Another Templates

Rabu, 09 Februari 2011

SELENIUM


            Selenium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Se dan nomor atom 34. Ditemukan oleh Berzellius  pada tahun 1817, yang menemukannya bergabung bersama tellurium (namanya diartikan sebagai bumi). Selenium adalah trace mineral yang sangat penting bagi kesehatan yang baik tetapi diperlukan hanya dalam jumlah kecil. Selenium adalah dimasukkan ke dalam protein untuk membuat selenoproteins, yang enzim antioksidan penting. Sifat antioksidan dari selenoproteins membantu mencegah kerusakan sel dari radikal bebas. Radikal bebas yang alami dengan produk dari metabolisme oksigen yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. selenoproteins lainnya membantu mengatur fungsi tiroid dan berperan dalam sistem kekebalan.
            Selenium adalah mineral penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai antioksidan untuk meredam aktivitas radikal bebas. Selenium tidak diproduksi oleh tubuh, tetapi diperoleh dari konsumsi makanan sehari-hari. Selenium merupakan mineral penting yang berfungsi untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit. Sebagai bagian dari enzim anti oksidan, Selenium berperan dalam sistem pertahanan tubuh. Dalam kapasitas anti oksidannya, selenium bekerja sama dengan vitamin E untuk mencegah terjadinya kerusakan sel tubuh.
            Orang dewasa dianjurkan untuk mengonsumsi, 55 mikrogram (mcg) selenium setiap hari. Namun perempuan dewasa yang sedang hamil dianjurkan meningkatkan asupan selenium menjadi 60 mcg per hari. Kebutuhan tersebut akan meningkat saat seorang ibu harus menyusui, menjadi sebesar 70 mcg per hari.
            Bayi dan balita membutuhkan lebih banyak Selenium pada masa pertumbuhan Kebutuhan akan Selenium bagi bayi usia 0–6 bulan adalah 10 mcg per hari dan 15 mcg per hari untuk anak usia 6–12 bulan. ASI adalah sumber selenium terbaik. X Selenium yang terdapat dalam ASI tergantung pada asupan makan ibu dan tahap menyusuinya. Bahan makanan sumber Selenium antara lain: daging, ikan, dan sereal. Kebutuhan akan selenium bayi dan anak terus meningkat seiring cepatnya pertumbuhan mereka.

  1.      Sumber Selenium
Selenium ditemukan dalam beberapa mineral yang cukup langka seperti kruksit dan klausthalit. Beberapa tahun yang lalu, selenium didapatkan dari debu cerobong asap yang tersisa dari proses bijih tembaga sulfida. Sekarang selenium di seluruh dunia dihasilkan dari pemurnian kembali logam anoda dari proses elektrolisis tembaga.
Selenium terjadi secara alami dalam beberapa bentuk anorganik, termasuk selenide, selenate, dan Selenite. Dalam tanah, selenium paling sering terjadi dalam bentuk larut seperti selenate (analog dengan sulfat), yang tercuci ke sungai sangat mudah oleh limpasan.
Selenium memiliki peran biologis, dan ini ditemukan dalam senyawa organik seperti dimetil selenide, selenomethionine, selenocysteine, dan methylselenocysteine. Dalam senyawa selenium memainkan peran analog dengan belerang.
Selenium ini paling sering dihasilkan dari bijih sulfida selenide di banyak, seperti tembaga, perak, atau timah. Hal ini diperoleh sebagai hasil sampingan dari pengolahan bijih ini, dari lumpur anoda kilang tembaga dan lumpur dari ruang utama tanaman asam sulfat. Lumpur tersebut dapat diproses oleh sejumlah sarana untuk memperoleh selenium gratis.
Alam sumber selenium termasuk tanah kaya selenium tertentu, dan selenium yang telah bioconcentrated oleh tanaman tertentu. sumber antropogenik selenium termasuk pembakaran batubara dan pertambangan dan peleburan bijih sulfida.
Selenium juga dapat ditemukan di beberapa daging dan makanan laut. Hewan yang memakan biji-bijian atau tanaman yang tumbuh di tanah kaya selenium memiliki tingkat yang lebih tinggi selenium dalam otot mereka. Di AS, daging dan roti merupakan sumber selenium yang umum diet. Beberapa kacang-kacangan juga sumber selenium.

2.      Cara memperoleh selenium
Selenium diperoleh dari memanggang endapan hasil elektrolisis dengan soda atau asam sulfat, atau dengan meleburkan endapan tersebut dengan soda  dan niter (mineral  yang mengandung kalium nitrat).

3.      Sifat umum selenium

Selenium berada dalam beberapa bentuk allotrop, walaupun hanya dikenal tiga bentuk. Selenium bisa didapatkan baik dalam struktur amorf maupun kristal. Selenium amorf bisa berwarna merah (bentuk serbuk) atau hitam (dalam bentuk seperti kaca). Selenium kristal monoklinik berwarna merah tua. Sedangkan selenium kristal heksagonal, yang merupakan jenis paling stabil, berwarna abu-abu metalik.
Selenium menunjukkan sifat fotovoltaik, yakni mengubah cahaya menjadi listrik, dan sifat fotokonduktif, yakni menunjukkan penurunan hambatan listrik dengan meningkatnya cahaya dari luar (menjadi penghantar listrik ketika terpapar cahaya dengan energi yang cukup). Sifat-sifat ini membuat selenium sangat berguna dalam produksi fotosel dan exposuremeter untuk tujuan fotografi, seperti sel matahari. Di bawah titik cairnya, selenium adalah semikonduktor tipe p dan memiliki banyak kegunaan dalam penerapan elektronik .
Selenium telah dikatakan non toksik, dan menjadi kebutuhan unsur yang penting dalam jumlah sedikit. Namun asam selenida dan senyawa selenium lainnya adalah racun, dan reaksi fisiologisnya menyerupai arsen.

4.      Sifat Fisik Selenium

-        Fase                                                    : solid
-        Massa jenis (sekitar suhu kamar)         : (gray) 4.81 g/cm³
-        Massa jenis (sekitar suhu kamar)         : (alpha) 4.39 g/cm³
-        Massa jenis (sekitar suhu kamar)         : (vitreous) 4.28 g/cm³
-        Massa jenis cair pada titik lebur           : 3.99 g/cm³
-         Titik lebur                                           : 494 K  (221 °C, 430 °F)
-        Titik didih                                           : 958 K  (685 °C, 1265 °F)
-        Titik kritis                                            : 1766 K, 27.2 MPa
-        Kalor peleburan                                    : (gray) 6.69 kJ/mol
-        Kalor penguapan                                  : 95.48 kJ/mol
-        Kapasitas kalor (25 °C)                       : 25.363 J/(mol·K)

5.      Sifat Mekanik Selenium

-        Modulus Young 10 GPa
-        Modulus geser 3.7 GPa
-        Modulus ruah 8.3 GPa
-        Skala kekerasan Mohs 2.0
-        Kekerasan Brinell 736 Mpa

6.      Kegunaan Selenium
Selenium digunakan dalam xerografi untuk memperbanyak salinan dokumen, surat dan lain-lain. Juga digunakan oleh industri kaca untuk mengawawarnakan kaca dan untuk membuat kaca dan lapisan email gigi yang berwarna rubi. Juga digunakan sebagai tinta fotografi dan sebagai bahan tambahan baja tahan karat.

        Manfaatnya bagi tubuh

·         Menangkal radikal bebas

       Tubuh setiap orang memiliki kemampuan untuk melawan radikal bebas yang bisa menghancurkan sel dan menimbulkan berbagai penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung dan penuaan dini. Di dalam tubuh, selenium bekerja sama dengan vitamin E sebagai zat antioksidan untuk memperlambat oksidasi asam lemak tak jenuh.           

·         Meningkatkan kekebalan tubuh

        Selenium diketahui memperbaiki sistem imunitas (kekebalan tubuh) dan fungsi kelenjar tiroid. Hasil penelitian belakangan ini yang memastikan bahwa selenium dapat mencegah kanker (termasuk kanker kulit akibat paparan matahari) menambah pamornya sebagai mineral yang bermanfaat besar untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh manusia.

·         Mempertahankan elastisitas

        Bersama vitamin E, selenium berfungsi mempertahankan elastisitas jaringan dan bila kadar selenium berkurang maka tubuh akan mengalami penuaan dini, yaitu kondisi sel yang rusak sebelum waktunya.


7.      Dosis dan bahaya selenium

Dewasa (18 tahun ke atas):
§  U.S. Recommended Dietary Allowance (RDA)
untuk dewasa: 80-200mcg. Spesifikasi : 55mcg untuk wanita dewasa; 70mcg untuk laki – laki dewasa; 40-70mcg untuk remaja laki - laki, 45-55mcg untuk remaja perempuan; 65mcg untuk wanita hamil; 75mcg untuk ibu menyusui
§  Pencegahan kanker prostat : Dosis selenium berkaitan dengan penurunan risiko kanker prostat  adalah 200 mcg setiap hari.
§  Dosis harian maksimum : 400mcg per hari
           Anak-anak (berusia di bawah 18 tahun):
  • US Recommended Dietary Allowance (RDA) untuk bayi dan anak-anak : 10mcg selama 0-6 bulan; 15mcg setiap hari selama 6-12 bulan; 20mcg selama 1-6 tahun; 30mcg selama 7-10 tahun; 45 mcg untuk 11-14 tahun; 50mcg selama 5-18 tahun. Asupan untuk bayi sampai 6 bulan mungkin 2.1mcg/kg/day, dan untuk bayi 7-12 bulan dapat 2.2mcg/kg/day.
§  Dosis harian maksimum : 45mcg selama 0-6 bulan; 60mcg untuk 7-12 bulan; 90mcg selama 1-3 tahun; 150mcg selama 4-8 tahun; 280mcg selama 9-13 tahun.

Bahaya Selenium
Ò  Toksisitas Kronis : toksisitas Selenium dapat menyebabkan gejala gastrointestinal, gangguan neuromuskuler-psikiatri, perubahan dermatologi , disfungsi hati, disfungsi ginjal, trombositopenia, dll.
Ò  Endokrin: efek awal keracunan selenium adalah gangguan fungsi endokrin, termasuk sintesis hormon tiroid. Kekurangan Selenium juga dapat memperburuk gangguan tiroid yang berkaitan dengan yodiumkekurangan.
Ò  Genitourinari : kadar selenium yang tinggi dapat menurunkan motilitas sperma.
Ò  Psikiatri: peneliti telah melaporkan selenium dengan kadar tinggi menyebabkan masalah perilaku seperti lekas marah atau kelelahan pada anak.

8.      Penanganan
Asam selenida pada konsentrasi 1.5 ppm tidak boleh ada dalam tubuh manusia. Selenium dalam keadaan padat,  dalam jumlah yang cukup dalam tanah, dapat memberikan dampak yang fatal pada tanaman pakan hewan.  Terpapar dengan senyawa selenium di udara tidak boleh melebihi kadar 0.2 mg/m3 (selama 8 jam kerja perhari-40 jam seminggu)

3 komentar:

Poskan Komentar

Tanggapan, masukan, saran, pertanyaan, sanggahan mungkin juga kritik membangun buat artikel yang baru aja kamu baca bisa kamu curahkan dibawah sini...

Berbagi dan Publikasikan

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More