Google.com

Another Templates

SELAMAT PAGI INDONESIAKU

Rasakan hari-hari kedepanmu bersama keagungan Tanah Air Tercinta. Jadikanlah ia tujuan hidupmu, membangun bangsa dengan penuh percaya diri, pantang ragu, dan pantang menyerah.

MENINGGALKAN BAYANGAN UNTUK MELANGKAH KEDEPAN

Membereskan mimpi yang belum berakhir. Satujuta kesempatan untuk Membanggakan Bangsa, serta duajuta tekad untuk membangun Negeri, Mewujudkannya cukup dengan Sebuah Cita-Cita Mulia.

BERBEDA WARNA

Memberikan warna yang menggairahkan kehidupan bermasyarakat, mengisi ruang kosong yang sudah lama ditinggalkan, merasakan nikmatnya satu derita satu bahagia. Di tempat Jiwa Raga Kami.

BERHENTI SEJENAK

Memandang Karya-Nya untuk Tanah Air. Memahami potensi karunia-Nya yang tidak terbatas. Berbagai karya tak terlukis tercipta. Sungguhlah Mahakarya yang tiada Bandingannya

Rabu, 09 Februari 2011

TIMBAL


      Timbal merupakan unsur tertua di dunia. Timbal dikenal dengan lead dalam bahasa Inggris dan plumbum dalam bahasa Latin. Timbal (Pb) pada awalnya adalah sebuah logam berat yang terdapat di kerak bumi, namun ia juga berasal dari kegiatan manusia dan mampu mencapai 300 kali lebih banyak dibandingkan Pb alami.

Sifat Logam Timbal



       Timbal merupakan logam yang berwarna abu-abu kebiruan mengkilat serta mudah dimurnikan dari pertambangan. Ia sangat lunak, mudah dibentuk, ductile (bentuknya dapat diubah), dan bukan konduktor listrik yang baik. Ia memiliki sifat  kimia yang aktif resistasi tinggi terhadap korosi sehingga bisa digunakan untuk melapisi logam agar tidak timbul perkaratan. Pipa-pipa timbal dari jaman Romawi masih digunakan sampai sekarang. Unsur ini juga digunakan dalam kontainer yang mengandung cairan korosif seperti asam sulfur dan dapat dibuat lebih kuat dengan cara mencampurnya dengan antimoni atau logam lainnya.
       Timbal dikenal dengan nama timah hitam. Timbal alami adalah campuran 4 isotop, yaitu 204Pb (1.48%), 206Pb (23.6%), 207Pb (22.6%) dan 208Pb (52.3%). Isotop-isotop timbal merupakan produk akhir dari tiga seri unsur radioaktif alami: 206Pb untuk seri uranium, 207Pb untuk seri aktinium, dan 208Pb untuk seri thorium. Dua puluh tujuh isotop timbal lainnya merupakan radioaktif.

Timbal memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut :

Sifat
Nilai
titik lebur
327.46 0C
titik didih
1740 0C
massa jenis
11.34 gr/cm3
Berat atom
207.20
kalor peleburan
4.77 kJ/mol
kalor penguapan
179.5 kJ/mol
kapasitas kalor
26.650 kJ/(mol.K)
sifat magnetik
diamagnetik
resistivitas listrik
208 nΩ-m
konduktivitas termal
35.5 W/(m.K)
ekspansi termal
28.9 Β΅m/(m.K)
modulus young
16 GPa
modulus geser
5.6 GPa
modulus ruah
46 GPa
kekerasan brinell
38.3    MPa




Cara memperoleh Timbal

       Timbal didapatkan dari galena (PbS) dengan proses pemanggangan. Melalui proses geologi, Pb terkonsentrasi dalam deposit bijih logam. Pada umumnya Pb berdisosiasi dengan Zn, Cu, dan As. Bijih Pb yang pada mulanya diperoleh dari hasil penambangan mengandung sekitar 3-10% Pb, kemudian dipekatkan lagi hingga 40% sehingga diperoleh logam timbal murni. Anglesite, cerussite, dan minim adalah mineral-mineral timbal yang lazim ditemukan.
       Angelsit merupakan mineral-mineral sekunder yang telah diubah oleh reaksi kimia (air&udara) di dalam batuan aslinya, bukan oleh pergerakan lapisan bumi. Anglesit terbentuk oleh oksidasi galena (timah dan sulfid). Namanya berasal dari tempat ditemukan yaitu anglesey di wales. Kristal anglesit yang terbaik ditemukan di Namibia dan Maroko. Kristal tersebut berukuran besar namun rapuh dan lunak. Komposisi kimianya berupa PbSO4 yang mempunyai sistem kristal orthorombik, dengan kekerasan 2.5 – 3, gravitasi spesifik 6.35, dan berkas tak berwarna.

       Cerrusit kadang - kadang  keliru dibedakan dengan berlian dan permata lain yang juga berwarna jernih, tetapi cerrusit lebih padat dan terlalu lunak, sehingga tidak termasuk jenis mineral yang berharga. Cerrusit terbentuk dari lapisan mineral yang berubah seperti halnya timah hitam, tembaga, dan seng. Timah hitam awalnya meleleh dari cerrusit. Cerrusit dipakai pada pipa air di roma, bahkan untuk tempat penyimpanan makanan dan air sebelum akhirnya mineral ini diketahui beracun.Cerrusit mempunyai komposisi kimia PbCO4, sistem kristal orthorombik, kekerasan 3-3.5, gravitasi spesifik 6.51, dan mempunyai berkas putih.

Paduan Timbal
Kalsium - Lead Paduan
Elements Elemen
(%) Limits (%) Batas
Calcium (Ca) Kalsium (Ca)
0.120 +/- 0.020 0,120 + / - 0,020
Aluminum (Al) Aluminium (Al)
0.030 +/- 0.010 0,030 + / - 0,010
Tin (Sn) Tin (Sn)
0.400 +/- 0.100 0,400 + / - 0,100
Other Impurities Pengotor lain
Within Specified Limits Dalam Batas Tertentu
Applications : For making Automotive/Tubuler/SMF/VRLA battery plates. Aplikasi: Untuk membuat Otomotif / tubuler / SMF / battery VRLA piring.

Antimony- Selenium Lead Alloy - 2.5 Antimon-Selenium Lead Paduan - 2,5
Elements Elemen
(%) Limits (%) Batas
Antimony (Sb) Antimoni (Sb)
2.500 +/- 0.250 2,500 + / - 0,250
Arsenic (As) Arsen (As)
0.150 +/- 0.050 0,150 + / - 0,050
Tin (Sn) Tin (Sn)
0.250 +/- 0.050 0,250 + / - 0,050
Selenium (Se) Selenium (Se)
0.020 +/- 0.005 0,020 + / - 0,005
Other Impurities Pengotor lain
Within Specified Limits Dalam Batas Tertentu
Applications : For making Automotive / Tubuler grids. Aplikasi: Untuk membuat Otomotif / grid tubuler.

Antimony Lead Alloy - 3.0 Antimon Lead Paduan - 3,0
Elements Elemen
(%) Limits (%) Batas
Antimony (Sb) Antimoni (Sb)
3.000 +/ - 0.250 3,000 + / - 0,250
Arsenic (As) Arsen (As)
0.125 +/ - 0.025 0,125 + / - 0,025
Tin (Sn) Tin (Sn)
0.250 +/ - 0.050 0,250 + / - 0,050
Sulphur (S) Sulfur (S)
0.003 - 0.008 0,003-0,008
Copper (Cu) Tembaga (Cu)
0.040 - 0.060 0,040-0,060
Other Impurities Pengotor lain
Within Specified Limits Dalam Batas Tertentu
Applications : For making small parts in HD batteries, also in COS Fusion Aplikasi: Untuk membuat komponen kecil dalam baterai HD, juga di COS Fusion

 


Antimony Lead Alloy - 4.5 Antimon Lead Paduan - 4,5
Elements Elemen
(%) Limits (%) Batas
Antimony (Sb) Antimoni (Sb)
4.500 +/ - 0.250 4,500 + / - 0,250
Arsenic (As) Arsen (As)
0.150 +/ - 0.025 0,150 + / - 0,025
Tin (Sn) Tin (Sn)
0.250 +/ - 0.050 0,250 + / - 0,050
Sulphur (S) Sulfur (S)
0.003 - 0.008 0,003-0,008
Copper (Cu) Tembaga (Cu)
0.040 - 0.060 0,040-0,060
Other Impurities Pengotor lain
Within Specified Limits Dalam Batas Tertentu
Applications : For making automotive / Tubuler Grids Aplikasi: Untuk membuat otomotif / tubuler Grids


Antimony Lead Alloy - 4.5 Antimon Lead Paduan - 4,5
Elements Elemen
(%) Limits (%) Batas
Antimony (Sb) Antimoni (Sb)
4.500 +/ - 0.250 4,500 + / - 0,250
Arsenic (As) Arsen (As)
0.150 +/ - 0.025 0,150 + / - 0,025
Tin (Sn) Tin (Sn)
0.250 +/ - 0.050 0,250 + / - 0,050
Sulphur (S) Sulfur (S)
0.003 - 0.008 0,003-0,008
Copper (Cu) Tembaga (Cu)
0.040 - 0.060 0,040-0,060
Other Impurities Pengotor lain
Within Specified Limits Dalam Batas Tertentu
Applications : For making automotive / Tubuler Grids Aplikasi: Untuk membuat otomotif / tubuler Grids


Copper - Lead Alloy Tembaga - Lead Paduan
Elements Elemen
(%) Limits (%) Batas
Copper (Cu) Tembaga (Cu)
0.070 - 0.080 0,070-0,080
Antimony (Sb) Antimoni (Sb)
0.001 0,001
Arsenic (As) Arsen (As)
0.001 0,001
Tin (Sn) Tin (Sn)
0.001 0,001
Bismath (Bi) Bismath (Bi)
0.030 0,030
Iron (Fe) Besi (Fe)
0.001 0,001
Zinc (Zn) Seng (Zn)
0.001 0,001
Silver (Ag) Silver (Ag)
0.005 0,005
Other Impurities Pengotor lain
Within Specified Limits Dalam Batas Tertentu


Applications : For making Lead Pipes / Chemical reactors Aplikasi: Untuk membuat Pipa Lead / reaktor Kimia

Tin - Lead Alloy Tin - Lead Paduan
Elements Elemen
(%) Limits (%) Batas
Antimony (Sb) Antimoni (Sb)
0.005 0,005
Arsenic (As) Arsen (As)
0.001 0,001
Bismath (Bi) Bismath (Bi)
0.030 0,030
Iron (Fe) Besi (Fe)
0.001 0,001
Copper (Cu) Tembaga (Cu)
0.005 0,005
Tin (Sn) Tin (Sn)
20 - 80 (As per requirement) 20-80 (Per kebutuhan)
Other Impurities Pengotor lain
Within Specified Limits Dalam Batas Tertentu
Applications : For making Solder Alloy Aplikasi: Untuk membuat Solder Paduan

 

Penggunaan Timbal

di Industri


·      Pb + Sb sebagai kabel telepon
·      Pb + As + Sn + Bi sebagai kabel listrik
·      Pb + Ni senyawa azida sebagai bahan peledak
·      Pb + Cr + Mo + Cl sebagai pewarnaan cat
·      Pb + asetat untuk mengkilapkan keramik dan bahan anti api
·      Pb + Te sebagai pembangkit listrik tenaga panas
·      Tetrametil-Pb dan Tetraetil-Pb sebagai bahan aditif pada bahan bakar kendaraan bermotor .

       Penggunaan timbal di industri digunakan dalam bentuk alloy (paduan dengan logam lain). Hal ini bertujuan untuk memperoleh sifat metalurgi timbal yang lebih tinggi daripada timbal dalam bentuk murni. Campuran logam timbal termasuk solder dan berbagai logam antifriksi digunakan di industri. Jumlah timbal yang banyak digunakan sebagai logam dan dioksida dalam baterai. Logam ini juga digunakan sebagai selimut kabel, pipa, amunisi dan pembuatan timbal tetraetil. Selain itu, logam ini sangat efektif sebagai penyerap suara. Ia digunakan sebagai tameng radiasi di sekeliling peralatan sinar-x dan reaktor nuklir. Juga digunakan sebagai penyerap getaran. Senyawa-senyawa timbal seperti timbal putih, karbonat, timbal putih yang tersublimasi, chrome yellow (krom kuning) digunakan secara ekstensif dalam cat. Tetapi beberapa tahun terakhir, penggunaan timbal dalam cat telah diperketat untuk mencegah bahaya bagi manusia.
      Timbal sebagai salah satu zat yang dicampurkan ke dalam bahan bakar (premium dan premix), yaitu (C2H5)4Pb atau TEL (Tetra Ethyl Lead) yang digunakan sebagai bahan aditif, yang berfungsi meningkatkan angka oktan sehingga penggunaanya akan menghindarkan mesin dari gejala “ngelitik” yang berfungsi sebagai pelumas bagi kerja antarkatup mesin (intake & exhaust valve) dengan duduan katup valve seat serta valve guide. Keberadaan octane booster dibutuhkan dalam bensin agar mesin bisa bekerja dengan baik.

Tingkat Bahaya Timbal



        Secara umum efek timbal terhadap kesehatan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
     
     a)    Sistem syaraf dan kecerdasan
     Efek timbal terhadap sistem syaraf telah diketahui, terutama dalam studi kesehatan kerja dimana pekerja yang terpajan kadar timbal yang tinggi dilaporkan menderita gejala kehilangan nafsu makan, depresi, kelelahan, sakit kepala, mudah lupa, dan pusing. Pada tingkat pajanan yang lebih rendah, terjadi penurunan kecepatan bereaksi, memburuknya koordinasi tangan-mata, dan menurunnya kecepatan konduksi syaraf.
     Efek timbal terhadap kecerdasan anak telah banyak diteliti, dan studi menunjukkan timbal memiliki efek menurunkan IQ bahkan pada tingkat paparan rendah. Peningkatan kadar timbal dalam darah sebesar 10 Β΅g/dl hingga 20 Β΅g/dl dapat menurunkan IQ sebesar 2.6 poin. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa kenaikan kadar timbal dalam darah di atas 20 Β΅g/dl dapat mengakibatkan penurunan IQ sebesar 2-5 poin.

     b)    Efek sistemik
     Studi menunjukkan hubungan antara meningkatnya tekanan darah dengan BLL paling banyak ditemukan pada kasus pajanan terhadap laki-laki dewasa. Schwartz (1995) dalam laporan WHO menunjukkan bahwa penurunan BLL sebesar 10 Β΅g/dl to 5 Β΅g/dl menyebabkan penurunan tekanan darah sebsar 1.25 mmHg. Pada wanita dewasa, hubungan antara BLL dengan tekanan darah tidak terlalu kuat dan jarang ditemukan. Efek sistemik lainnya adalah gejala gastrointestinal. Keracunan timbal dapat berakibat sakit perut, konstipasi, kram, mual, muntah, anoreksia, dan kehilangan berat badan.

    c)    Efek timbal terhadap reproduksi
    Efek timbal terhadap reproduksi dapat terjadi pada pria dan wanita dan telah diketahui sejak abad 19, dimana pada masa itu timbal bahkan digunakan untuk menggugurkan kandungan. Paparan timbal pada wanita di masa kehamilan telah dilaporkan dapat memperbesar resiko keguguran, kematian bayi dalam kandungan, dan kelahiran prematur. Pada laki-laki, efek timbal antara lain menurunkan jumlah sperma dan meningkatnya jumlah sperma abnormal.

Pencegahan dan 

penanggulangan pencemaran


a.              Salah satu upaya untuk mengurangi pencemaran Pb di udara adalah dengan mengurangi emisi gas buang yang mengandung Pb dan penggunaan beberapa metode untuk mengurangi emisi Pb di bumi, yang meliputi :
  1.  Penggunaan bensin bebas Pb
  2.  Mengurangi kepadatan lalu lintas yang berpotensi meningkatkan emisi gas buang yang mengandung Pb
  3.     Gerakan hemat energi bahan bakar
  4.   Pengukuran kadar Pb di udara secara berkala
  5.  Menanam tanaman fitoremediasi atau tanaman sebagai hiperakumulator Cd, Cr, Pb, dan Co yang mampu mengabsoprsi lebih dari 100 ppm.
  6.   Rehabilitasi taman hutan (RTH) dengan keragaman vegetasi yang mampu mengurangi pencemaran udara, antara lain pohin Felicium, mahoni, Kenari, Salam, anting-anting, puring, nusa indah, soka, kembang sepatu, angsana, dan asem londo yang mampu mengakumulasi logam berat Cu, Zn, Cd, Pb, dan Mn.
  7.   Penggunaan metode bioremoval yang terdiri dari dua mekanisme, yaitu proses active uptake dan passive uptake. Jenis mikroorganisme yang mampu melakukan proses bioremoval terhadap Pb secara passive uptake adalah Chlorella vulgaris sedangkan secara active uptake adalah Saccharomyces cerevisie.
  8.      Unsur besi (Fe) dan fosfor (P) di dalam tanah mampu memperbaiki ekosistem tanah dan limbah yang terkontaminasi oleh Zn, Cd, dan Pb. Apabila pH tanah ditingkatkan dengan penambahan kapur, antara lain CaCo3, CaO, dan CaOH yang bisa digunakan untuk memperbaiki tanah- tanah masam dan terkontaminasi logam berat.
  9.    Beberapa jenis alga yang bisa digunakan sebagai bioindikator dan bioakumulator untuk logam Pb adalah Cladophora glomerata, Euchema isiforme, fucus vesiculosus, surgassum sp, nostoc sp, dan chaetocerus sp.
   Dirangkum dari berbagai SUMBER



Berilium

        Berilium adalah unsur kimia yang mempunyai simbol Be. Unsur ini memiliki nomor atom 4 dan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • bervalensi 2
  • berwarna abu-abu
  • baja kukuh
  • ringan tetapi mudah pecah
 Berilium merupakan bagian dari alkali tanah yang kegunaan utamanya adalah sebagai bahan penguat dalam tembaga berilium .Berilium dan garam-garamnya sangat beracun dan harus ditangani dengan sangat hati-hati. Berilium dan senyawa-senyawanya tidak boleh dirasa dengan lidah untuk membuktikan rasa manis alami logam ini.
Berilium mempunyai titik lebur tertinggi di kalangan logam-logam ringan dengan:
·         Modulus kekenyalannya kurang lebih 1/3 lebih besar daripada besi baja.
·         Konduktivitas panas Berilium sangat baik dan tahan karat asam nitrat
·       Mudah ditembus sinar-X, dan neutron bisa dibebaskan apabila ditembakkan oleh partikel
            seperti radium dan polonium (lebih kurang 30 neutron-neutron/juta partikel).
·      Pada suhu dan tekanan ruang tertentu, senyawa ini tak teroksidasi apabila terpapar udara (kemampuannya untuk menggores kaca kemungkinan disebabkan oleh pembentukan lapisan tipis oksidasi) .

b.      Sifat Kimia Berilium
Ø  Reaksi dengan air:
            Tidak bereaksi
Ø  Reaksi dengan udara
             Menghasilkan MO dan M3N2 jika dipanaskan
Ø  Reaksi dengan Hidrogen
            tidak bereaksi
Ø  Reaksi dengan klor
M         +          X2 -->  (dipanaskan)    MX2 (garam)
Ø  Oksida bersifat amfoter

c.       Sifat Fisika Berilium
Sifat Fisika

Nomor atom
4
Konfigurasi  elektron
[He] 2s2
Titik cair, K
1560
Titik didih, K
3243
Rapatan (densitas), gr/cm3
1,65
Energi ionisasi I, kJ/mol
400
Energi ionisasi II, kJ/mol
1757
Elektronegatifitas
1,57
Potensial reduksi standar
-1,70
Jari-jari atom, A
1,12
Kapasitas panas, J/gK
1,825
Potensial ionisasi, volt
9,322
konduktivitas kalor, W/mK
200
Entalpi pembentukan, kJ/mol
11,71
Entalpi penguapan, kJ/mol
297

 d.      Proses Pembuatan Berilium
Berilium dijumpai dalam 30 jenis garam galian berbeda, diantaranya, yang paling penting adalah bertrandit, beril, krisoberil, dan fenasit.Jenis batu permata beril berharga akuamarin dan jamrud.Kebanyakan penghasilan logam ini diselesaikan dengan mengurangkan (kimia) berilium fluorida dengan logam magnesium.Logam berilium tidak mudah sebelum tahun 1957.
 Berilium sangat bermanfaat untuk menunjang kehidupan manusia. Namun, keberadaan berilium dialam tidak dapat ditemukan dalam bentuk murninya. Berilium tersebut ditemukan dialam dalam bentuk bersenyawa sehingga untuk mendapatkannya perlu dilakukan isolasi. Isolasi berilium dapat dilakukan dengan 2 metode (Indri M.N. 2009):
1.            Metode Reduksi
        Pada metode ini diperlukan berilium dalam bentuk BeF2 yang dapat diperoleh dengan cara memanaskan beryl dengan Na2SiF6 pada suhu 700-750oC. Setelah itu dilakukan leaching (ekstraksi cair-padat) terhadap flour dengan air kemudian dilakukan presipitasi (pengendapan) dengan Ba(OH)2 pada PH 12 (Greenwood N.N and  Earnshaw A , 1997).
Reaksi yang terjadi adalah (Indri M.N. 2009):
                        BeF­2 + Mg  -->    MgF2 + Be

2.          Metode Elektrolisis
       Untuk mendapatkan berilium juga  dapat dilakukan dengan cara elektrolisis dari lelehan BeCl2 yang telah ditambah NaCl. Karena BeCl2 tidak dapat mengahantarkan listrik dengan baik, sehingga ditambahkan NaCl. BeCl2 tidak dapat menghantarkan listrik karena BeCl2 bukan merupakan larutan elektrolit. Reaksi yang terjadi adalah (Indri M.N. 2009):
Katoda : Be2+ + 2e- Be
Anode : 2Cl- Cl2 + 2e-

2.5  Manfaat Berilium
Adapun manfaat dari berilium adalah sebagai berikut (Anonim, 2009):
• Berilium digunakan sebagai agen aloy di dalam pembuatan tembaga berilium. (Be dapat menyerap panas yang banyak). Aloy tembaga-berilium digunakan dalam berbagai kegunaan karena konduktivitas listrik dan konduktivitas panas, kekuatan tinggi dan kekerasan, sifat yang nonmagnetik, dan juga tahan karat serta tahan fatig (logam). Kegunaan-kegunaan ini termasuk pembuatan: mold, elektroda pengelasan bintik, pegas, peralatan elektronik tanpa bunga api dan penyambung listrik.
• Karena ketegaran, ringan, dan kestabilan dimensi pada jangkauan suhu yang lebar, Alloy tembaga-berilium digunakan dalam industri angkasa-antariksa dan pertahanan sebagai bahan penstrukturan ringan dalam pesawat berkecepatan tinggi, peluru berpandu, kapal terbang dan satelit komunikasi.
• Kepingan tipis berilium digunakan bersama pemindaian sinar-X untuk menepis cahaya tampak dan memperbolehkan hanya sinaran X yang terdeteksi.
• Dalam bidang litografi sinar X, berilium digunakan untuk pembuatan litar bersepadu mikroskopik.
• Karena penyerapan panas neutron yang rendah, industri tenaga nuklir menggunakan logam ini dalam reaktor nuklir sebagai pemantul neutron dan moderator.
• Berilium digunakan dalam pembuatan giroskop, berbagai alat komputer, pegas jam tangan dan peralatan yang memerlukan keringanan, ketegaran dan kestabilan dimensi.
• Berilium oksida sangat berguna dalam berbagai kegunaan yang memerlukan konduktor panas yang baik, dan kekuatan serta kekerasan yang tinggi, dan juga titik lebur yang tinggi, seterusnya bertindak sebagai perintang listrik.
• Campuran berilium pernah pada satu ketika dahulu digunakan dalam lampu floresens, tetapi penggunaan tersebut tak dilanjutkan lagi karena pekerja yang terpapar terancam bahaya beriliosis.

2.6 Efek Samping Penggunaan Berilium
Sehubungan dengan keberadaan berilium dialam, berilium juga memiliki dampak negative terutama dari segi kesehatan. Pada  setiap individu  rentan mengalami efek akibat berilium yang menyebabkan penyakit paru-paru yang disebut penyakit berilium kronis (CBD). Penyakit ini akan melemahkan kondisi individu yang menderitanya dan tidak dapat disembuhkan serta sering pula berakibat fatal. Dengan meluasnya penggunaan berilium, efek negatif ini sangat memerlukan pemahaman yang lebih baik tentang sifat-sifat kimia berilium pada kondisi-kondisi biologis (Soetrisno, 2008).
Diduga bahwa respon kekebalan terhadap berilium terpicu ketika unsur yang dihirup tanpa sadar dideteksi oleh sel-sel penampak antigen (APC). Spesies berilium yang tidak diketahui berfungsi sebagai antigen yang terikat ke molekul HLA (antigen leukosit manusia) pada permukaan APC. Antigen berilium selanjutnya dibawa ke sel T (sel darah putih dengan peranan utama dalam respon kekebalan). Penelitian di Los Alamos menghasilkan gambaran yang lengkap dari spesiasi berilium pada kondisi-kondisi biologis, termasuk interaksinya dengan protein dan konsekuensi imunologi yang ditimbulkan (Soetrisno, 2008).
Melalui penelitian beberapa kompleks molekul kecil dari berilium, ditemukan bahwa berilium memiliki kecenderungan tinggi untuk menggantikan atom-atom hidrogen pada ikatan hidrogen yang kuat. Ikatan-ikatan ini, yang sering terbentuk antara asam-asam amino yang mengandung gugus karboksilat dan alkohol, membantu memberikan kerangka-dasar yang mendukung struktur dan fungsi protein. Dengan memperluas model ini ke sistem biologis yang nyata, terlihat bahwa berilium menggantikan keseluruhan atom ikatan hidrogen kuat (12 atom) pada transferrin. Transferrin merupakan sebuah protein transport zat besi yang ditemukan dalam plasma darah. Ini merupakan sebuah jalur potensial bagi berilium untuk memasuki sel dengan reseptor-reseptor transferrin. Penelitian-penelitian ini membuka paradigma baru untuk pengikatan berilium dalam sistem biologis yang sebenarnya (Soetrisno, 2008).
Terkait dengan kecenderungannya untuk menggantikan atom-atom dalam ikatan hidrogen, berilium diketahui membentuk kelompok-kelompok polimetalik dengan gugus-gugus karboksilat. Sehingga telah diduga bahwa berilium juga akan membentuk kelompok-kelompok pada protein yang memiliki banyak residu karboksilat di sekitarnya. Sebuah temuan yang menarik adalah bahwa molekul HLA dari pasien CBD mengandung jumlah residu karboksilat yang lebih besar dibanding molekul HLA dari orang yang tidak menderita CBD (Soetrisno, 2008).v
Selain dapat mengakibatkan penyakit berilium kronis (CBD), berilium juga dapat menyebabkan penyakit beryliosis, yaitu suatu peradangan paru-paru yang terjadi akibat menghirup debu atau asap yang mengandung berilium. Dulu berillium biasa digali dan disuling untuk digunakan dalam industri elektronik dan kimia dan dalam pembuatan bola lampu pijar.Sekarang berillium terutama digunakan untuk industri pesawat ruang angkasa.Selain pekerja industri tersebut, orang-orang yang tinggal di sekitar tempat penyulingan juga bisa terkena beriliosis.

Pemaparan berilium terutama terjadi melalui penghirupan asap atau debu berilium dan kontak langsung melalui kulit yang terluka. Menghirup berilium (Be) bisa menyebabkan 2 gejala paru-paru, yaitu pneumonitis kimia akut dan penyakit paru granulomatosa yang disebut penyakit berilium kronis atau beriliosis.

Pada penyakit berilium akut, logam ini bertindak sebagai iritan kimia langsung, yang menyebabkan suatu reaksi peradangan non-spesifik.Dengan semakin meningkatnya higienis dalam bidang industri, pada saat ini penyakit berilium akut sudah menghilang. Beriliosis masih ditemukan di industri pengolahan berilium, dimana para pekerjanya terpapar oleh asap atau debu berilium.

Beriliosis berbeda dari penyakit akibat pekerjaan lainnya dimana masalah paru-paru hanya timbul pada orang yang sensitif terhadap berillium, yaitu sekitar 2% dari mereka yang kontak dengan berillium.Penyakit ini dapat muncul bahkan pada mereka yang terpapar berillium dalam waktu yang singkat dan gejalanya baru timbul setelah 10-20 tahun.
2.6  Penyimpanan dan Penanganan
1.      Gunakan APD saat menangani Berilium
2.      Cuci tangan dengan bersih setelah kontak dengan Be
3.      Simpan di tempat kering.
Dirangkum dari berbagai SUMBER

Berbagi dan Publikasikan

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More